saat suara ku tak terdengar, maka barisan kata mampu membuat ku terlihat
Entri Populer
-
terlalu sulit untukku memecah karang sedang, dakian terjal kehidupan terus berlanjut waktu datang, waktu yang pergi ego yang meradang t...
-
aku tau awanmu, runtuh sebelum sempat ia menghitam, mendung kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah padahal, pernah kau abai...
-
waktu kisah yang terus berlalu iringan cerita, jalinan cinta terpekur, termangu menatap awan kegembiraan yang meninggalkan goresan luka ...
-
"aku memimpikan kisah cinta negeri dongeng.." "bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu" ...
-
lihatlah tuan, apa yang kau lakukan pada mereka senjanya telah kau ambil, sementara pagi mereka telah kau curi tidakkah kau melihat ada ...
-
kaku lidah dalam kalimat yang menggunung sesak. sekali saja dengarkan hati ini, dan lihat yang ada didalam apa kau lupa, yang terluar it...
-
ego manusia, sekeras batu, setajam karang ego cinta, selembut angin, serapuh kelopak ego ku, untuk mencintaimu
-
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam di...
-
dalam gelap realita dusta tumbuh sekelumat lumut tak berbunga kelam malam hidup tanpa cahaya sinar bulan yang mati, jerit malam memekik ...
-
Pagi Wanayasa, selimut angin berlari dengan menggenggam dingin hujan ribuan titik air, ratusan gumpalan embun bahasa pagi dan, jutaan r...
Kamis, 08 Desember 2011
suara, nada, emosi
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar
padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam diri
terlalu sulit kah mengutarakan apa yang ingin kita ucapkan ?
atau tidak ada keberanian dalam mengambil tindakan itu
suara, nada, emosi
tiga kata yang memiliki banyak arti, menimbulkan banyak respon, mati
tidak ada satupun yang bisa dirangkai
tidak ada satupun yang mampu disampaikan
mati, kata-kata itu telah mati sebelum ia bisa keluar dan terdengar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar