waktu kisah yang terus berlalu
iringan cerita, jalinan cinta
terpekur, termangu menatap awan
kegembiraan yang meninggalkan goresan luka pada kerikil hitam di ujung jalan
ternyata, kurangku merubahmu
apa kau menyesali adanya aku
sekali lagi teruji
tapi lihatlah, akan ada terang yang kutemukan
berkata pada diam,
takkan kurubah apapun dalam laku ku padamu
kekuranganmu, bukan kebosananku
bukan juga jelaga hitam dalam hidupku
lihatlah, akan ada terang yang kutemukan, sayang
perlakuanku, cintaku. ketulusanku.
saat suara ku tak terdengar, maka barisan kata mampu membuat ku terlihat
Entri Populer
-
terlalu sulit untukku memecah karang sedang, dakian terjal kehidupan terus berlanjut waktu datang, waktu yang pergi ego yang meradang t...
-
aku tau awanmu, runtuh sebelum sempat ia menghitam, mendung kini saat kau rindu, tanah pijak mu tak lagi basah padahal, pernah kau abai...
-
waktu kisah yang terus berlalu iringan cerita, jalinan cinta terpekur, termangu menatap awan kegembiraan yang meninggalkan goresan luka ...
-
"aku memimpikan kisah cinta negeri dongeng.." "bah! itu lelucon, nak.. jangan kau masuk dalam impian sampah itu" ...
-
lihatlah tuan, apa yang kau lakukan pada mereka senjanya telah kau ambil, sementara pagi mereka telah kau curi tidakkah kau melihat ada ...
-
kaku lidah dalam kalimat yang menggunung sesak. sekali saja dengarkan hati ini, dan lihat yang ada didalam apa kau lupa, yang terluar it...
-
ego manusia, sekeras batu, setajam karang ego cinta, selembut angin, serapuh kelopak ego ku, untuk mencintaimu
-
mengapa tidak semua perasaan mampu terucap keluar padahal, ketika apa yang kita rasakan terucap, mungkin akan menambah ruang lega dalam di...
-
dalam gelap realita dusta tumbuh sekelumat lumut tak berbunga kelam malam hidup tanpa cahaya sinar bulan yang mati, jerit malam memekik ...
-
Pagi Wanayasa, selimut angin berlari dengan menggenggam dingin hujan ribuan titik air, ratusan gumpalan embun bahasa pagi dan, jutaan r...
Jumat, 03 Februari 2012
Rabu, 01 Februari 2012
utuh
terlalu sulit untukku memecah karang
sedang, dakian terjal kehidupan terus berlanjut
waktu datang, waktu yang pergi
ego yang meradang telah lapuk termakan usang
sedikitpun, tak pernah datang keinginan merubah sajak cerita yang telah kubuat
mengertilah
kumohon bersabarlah
tunggu aku mengikutimu, aku hampir sampai, sayang
dalam puing letih, ada cinta sejati yang tertatih
dalam harap, aku ingin kisah ini tak akan habis
selalu dan untuk saat ini
aku mencintaimu
Langganan:
Komentar (Atom)